Sabtu, 14 April 2012

menebus dosa

Adalah kenyataan sejarah bahwa Nabi Adam a.s., Bapak Umat Manusia, tergelincir dalam perbuatan dosa. Tobat adalah jalan yang wajib ditempuh oleh setiap manusia, mengingat tak seorang pun dapat terhindar dari dosa. Tobat adalah juga kewajiban yang harus segera dilakukan, mengingat tak seorang pun mengetahui kapan umurnya berakhir. Inilah hakikat firman Allah: Bertobatlah kalian semua kepada Allah, wahai orang-orang beriman, agar kalian beruntung. Ini karena tobat berarti kembali dari jalan yang menjauhkan diri dari Allah menuju jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya. Buku ini membahas ihwal pengertian tobat, dosa-dosa yang perlu ditobati, syarat-syarat diterimanya tobat, dan cara menghindari pengulangan perbuatan dosa. Seperti biasanya, Imam al-Ghazali selalu menyentuh pembahasan yang sering kali luput dari perhatian para ulama lainnya.
Harga buku Rp 32.000

menangkis bisikan jahat

Syaikh Abdul Qâdir Jailani, dalam buku ini, mengemukakan bisikan-bisikan (khawâthir) yang mungkin muncul di dalam hati manusia, di antaranya: Bisikan dari diri rendah (nafs), bisikan hawa nafsu (hawâ), bisikan setan, bisikan malaikat, dan bisikan Tuhan. Jika kita menolak bisikan dari diri rendah, bisikan dari hawa nafsu, dan bisikan setan, maka bisikan dari malaikat akan datang kepada kita. Dan akhirnya akan datang bisikan dari Tuhan Kebenaran. Inilah tahap yang terakhir. "Apabila hatimu sehat dan baik, ia akan selalu bersikap kritis untuk menanyai setiap bisikan yang datang: Bisikan macam apa engkau ini? Dari sumber mana engkau datang?” Maka bisikan itu akan mengatakan: “Aku adalah bisikan anu dan anu …”
ISBN: 978-979-1096-84-3, Pustaka Hidayah 2009, Softcover 16 x 24 cm 250 hlm.
Harga buku Rp 79.000

jika aku masih hidup esok pagi


Duhai Tuhan Yang Mahabaik, yang menambatkan keyakinan di jiwa yang putih, yang melembutkan nuansa rasa, yang menguatkan taji-taji imajinasi.

Jika aku masih tetap hidup esok pagi, aku berjanji, apabila Engkau perhebatkan aku, Engkau permuliakan aku, Engkau tempatkan aku di aras utama tempat Semesta bekerja, aku bersungguh-sungguh berkuat upaya membuat Engkau tersenyum.

Jika aku masih tetap hidup esok pagi, akan aku cukupkan hari-hariku untuk
melayani dan membawa kualitas-kualitas ilahi ke bumi.

Jika aku masih tetap hidup esoknya lagi, aku akan berlayar menyebrangi samudera waktu untuk membenarkan semua ketulusan kasih sayang yang Engkau sambungkan ke dalam mata rantai suci para nabi.

Duhai yang Mahatahu, yang membelah sunyi, biarlah aku bawa tangisanku pergi
jauh bersama cinta-Mu.

Terima kasih Allah, Engkau selalu membukakan angkasa pemikiran baru di jiwaku.[]



ISBN 978-979-1096-92-8, Pustaka Hidayah 2009, Softcover 13 x 19 cm, 210 hlm

Quantum Qalbu 2 Nutrisi Hati (Terj, Qutul Qulub)

Buku Kedua tentang: Kedudukan orang-orang yakin; lintasan hati; ahli hati, dan sifat hati; ragam ilmu dan keutamaannya; tentang ilmu makrifat; ilmu batin dan ilmu lahir; keutamaan ilmu iman dan ilmu yakin disbanding ilmu yang lain; dan tentang hakikat zuhud. Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa yang ingin mengetahui kedudukannya di hadapan Allah, hendaklah ia melihat bagaimana kedudukan Allah dalam hatinya. Tinggalkan perkara yang mengganggu hatimu, dan minta fatwalah kepada hatimu, walaupun banyak orang yang memberikan fatwa!"
"Yang menarik dari buku ini justru kandungan makna hakikinya. Jadi tidak sekedar buku belaka, melainkan juga mengandung doktrin sufistik yang sangat dahsyat. Karya al-Makki ini berisi telaah psikologis mendalam mengenai Islam di masa awal." (A. Schimmel) ISBN: 978-979-1096-57-7, Pustaka Hidayah, Hard Cover, 16x24 cm,. 694 hlm.
Harga buku Rp 124.900

Quantum Qalbu 1-Nutrisi untuk Hati (Terj. Qutul Qulub)

Buku Pertama berisi: Ayat-ayat Alquran tentang orang shalih; tata-cara wirid; amalan siang dan malam; zikir dan doa setelah subuh; shalat sunnat fajar; keutamaan shalat siang dan malam hari; shalat witir dan keutamaan shalat malam; waktu-waktu mustajab dan shalat tasbih; tentang Alquran; seluk-beluk shalat Jumat; tentang puasa. Syaikh Muhammad bin Ali bin Athiyyah al-Haritsi al-Makki, yang dikenal dengan Abu Thalib al-Makki, lahir di Makkah. Ia adalah seorang ulama yang banyak melakukan riyadhah (olah batin) dan mujahadah. Konon, selama bertahun-tahun ia tidak mengonsumsi makanan selain sayuran yang ditanamnya sendiri, sehingga kulitnya memucat. Buku yang ada di tangan pembaca ini adalah satu-satunya terjemahan kitab tersebut dalam bahasa Indonesia!
ISBN: 978-979-1096-56-0, 16 x 24 cm, 422 hlm.
Harga buku Rp. 85.000